Wantrii, Epicor, dan President University Dorong Era Inovasi Manufaktur

CIKARANG, Langkah strategis menuju digitalisasi industri resmi diambil oleh Wantrii, Epicor, dan President University. Mereka sukses menggelar acara Manufacturing Innovation Day pada Kamis (02/04/26) di fasilitas Fablab President University. Momentum ini menjadi titik tolak kebangkitan daya saing inovasi manufaktur lokal.
Lebih lanjut, perhelatan bergengsi ini dihadiri oleh lebih dari 50 perusahaan pengolahan wilayah Jabodetabek. Sinergi ini bertujuan untuk mempercepat adopsi teknologi cerdas di lingkungan pabrik secara nyata. Oleh karena itu, acara ini menjadi tonggak penting bagi digital transformation berskala nasional.
Sinergi Ekosistem Industri 4.0
Rangkaian acara dibuka lewat sesi Keynote Speech bertema Ekosistem Industri 4.0. Acara ini secara resmi dibuka oleh Handa S. Abidin, S.H., LLM., Ph.D selaku Rektor President University. Beliau menekankan pentingnya kesiapan institusi kampus dalam mencetak talenta digital masa depan.
Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Aloysius Hariatmoko selaku Secretary General Wantrii. Ia menegaskan bahwa adopsi sistem smart factory adalah sebuah keharusan mutlak bagi kelangsungan industri. Di sisi lain, kolaborasi multi-sektor ini menjadi jalan pintas terbaik untuk memacu inovasi manufaktur di Indonesia.
Adhi Firmansyah selaku Channel Director Southeast Asia Epicor turut memberikan pandangan strategisnya. Ia menyoroti bagaimana efisiensi supply chain kini menjadi standar mutlak di pasar global. Hal ini menjadi tantangan nyata yang harus dijawab lewat pembaruan software ERP terbaik di Indonesia.
Agenda kemudian berlanjut ke sesi panel diskusi bertajuk AI & Talent Excellence. Bapak Ricky Tjahyadi selaku Territory Manager Epicor Indonesia hadir memukau sebagai salah satu panelis utama. Diskusi ini menyoroti pentingnya peran artificial intelligence dalam mendorong operational excellence di fasilitas produksi.
Ia mengumpamakan sistem terintegrasi ini sebagai fondasi utama yang wajib dimiliki pabrik modern. “Sistem yang baik akan memberikan full visibility bagi jajaran manajemen perusahaan. Oleh karena itu, kita bisa mengambil keputusan bisnis dengan jauh lebih cepat dan akurat,” tegas Ricky.
Wawasan Talenta Muda dan Inovasi Cloud
Memasuki sesi berikutnya, panggung beralih pada diskusi interaktif bertajuk From Campus to Corporation. Tiga mahasiswa dari program studi Sistem Informasi President University tampil membagikan insight karir mereka secara singkat. Mereka membedah tantangan transisi dari bangku akademis hingga memasuki dunia korporasi B2B yang sesungguhnya.
Setelah itu, para peserta disuguhkan sesi preview eksklusif mengenai sistem Epicor bertenaga AI. Demonstrasi singkat ini memperlihatkan kemampuan pelacakan data produksi secara sangat presisi. Lebih lanjut, inovasi manufaktur berbasis kecerdasan buatan ini sukses memukau para eksekutif yang hadir di ruangan.
Pemaparan inovasi kemudian dilanjutkan dengan presentasi khusus dari pihak CloudMile. Acara bergengsi ini juga mendapat dukungan penuh dari ekosistem layanan konsultasi kepegawaian IT MSBU. Kehadiran mereka sukses memperkaya wawasan peserta mengenai keamanan pangkalan data bagi skala korporasi.
Menjelang siang, acara memasuki panel diskusi Scaling Indonesia’s Manufacturing Edge. Bapak Ricky Tjahyadi kembali membagikan pandangannya mengenai langkah adaptasi terhadap volatilitas pasar. Penerapan perangkat lunak kelas dunia jelas sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas profit margin pabrik.
Rangkaian sesi edukatif tersebut akhirnya ditutup dengan agenda networking lunch dan kunjungan pameran. Waktu luang ini dimanfaatkan para stakeholder untuk memperluas koneksi bisnis B2B mereka secara langsung. Sinergi erat inilah yang diharapkan mampu mempercepat tahapan implementasi ERP Epicor di berbagai fasilitas operasional.
Kualitas Lulusan Magang Prismatech
Di sisi lain, ketiga panelis mahasiswa pada sesi pagi tadi memiliki rekam jejak yang sangat istimewa. Fathkul Munir, Angle Kusuma Ajinata, dan Ricky Setiawan merupakan lulusan program internship di Prismatech. Mereka adalah bukti nyata keberhasilan kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi industri teknologi.
Fathkul bahkan kini telah resmi bergabung menjadi pegawai fungsional di lingkungan perusahaan Prismatech. Ia sukses mentransformasi ilmu teoritis dari kampus menjadi best practice di lapangan. Dedikasi ini sangat membantu kelancaran proyek inovasi manufaktur para klien berskala besar.
Prestasi yang tidak kalah membanggakan juga ditorehkan oleh Saudara Ricky Setiawan. Mantan intern developer Prismatech ini sekarang berhasil menembus kerasnya pasar kerja internasional. Ia diketahui bekerja mengembangkan karirnya di salah satu partner Epicor Asia Tenggara yang berlokasi di Singapura.
Pencapaian luar biasa ini tidak lepas dari pembekalan silabus khusus rancangan tim ahli Prismatech. Selama proses magang, mereka dibimbing langsung untuk menangani use case operasional pabrik yang sangat riil. Oleh karena itu, mental dan kompetensi teknis mereka sudah sangat teruji dengan baik.
Keberadaan talenta muda berbakat ini jelas menjadi angin segar bagi masa depan sektor industri lokal. Perusahaan Anda sangat membutuhkan dukungan tim layanan Epicor yang memadukan energi muda dan keahlian level global. Mari kita sambut era inovasi manufaktur yang transparan dengan dukungan sumber daya manusia terbaik.
Artikel ini adalah bagian dari dokumentasi Prismatech, Authorized Partner Epicor di Indonesia. Ingin tahu lebih banyak tentang implementasi software Epicor di berbagai industri dan langkah awal memulai inovasi manufaktur? Hubungi tim sales kami untuk mendapatkan demo gratis sekarang!

